KEBUTUHAN BERAFILIASI, INTROVERSI
KEPRIBADIAN SERTA KETERGANTUNGAN PADA FACEBOOK PADA MAHASISWA
Perkembangan
IPTEK yang begitu pesat, membawa perubahan gaya hidup dalam membina hubungan
akrab dengan orang lain. Jejaring sosial sebagai salah satu sarana
berkomunikasi dalam bentuk maya, berhubungan atau menjalin komunikasi secara
verbal melalui seperangkat komputer atau sejenisnya yang dihubungkan melalui
suatu jaringan telekomunikasi. Di antara situs-situs jejaring sosial seperti
EMRC, Friendster, Blog, MySpace, Facebook, Twitter dan Kaskus, facebook menempati
peringkat pertama (http://Alexa.com/ 30 April 2010). Pengguna facebook di
Indonesia mengalami peningkatan setiap bulannya, dari catatan survei yang
dilakukan Global Monitor, dilansir melalui Inside facebook, Jumat
(13/11/2009), menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pengguna facebook (facebooker) terbanyak
di kawasan Asia dan posisi ke-3 negara dengan pengguna facebook terbesar
di seluruh dunia dengan rentang usia adalah 12-24 tahun
Akselerasi
pengguna facebook menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia
memiliki ketertarikan yang lebih dalam bersosialisasi dengan orang lain. Hal
ini sesuai dengan pernyataan Handi Irawan D., Chairman Frontier
Consulting Group dalam kolomnya di majalah Marketing Januari 2010. Ia
mengatakan, “Konsumen Indonesia lebih suka bersosialisasi daripada menggunakan search
engine untuk melakukan pencarian informasi”. (Gizone. Edisi
12/th.1/Maret 2010).
Facebook yang digunakan secara
tepat, banyak manfaat yang akan diperoleh seperti sebagai media berkomunikasi,
sarana promosi dalam dunia bisnis dan industri serta berbagi informasi seputar
pendidikan, diskusi ataupun informasi aktual lainnya akan tetapi intensitas
penggunaan facebook yang tidak wajar yang kemudian menjadikan
makna facebook mulai bergesar (Arani, 2010). Penggunaan facebookyang
terlalu sering disisi lain akan menciptakan ketidakseimbangan dalam kehidupan
seseorang, misalnya berkurangnya perhatian kepada keluarga atau berkurangnya
aktivitas lainnya yang lebih bermanfaat karena waktu telah tersita untuk situsfacebook.
Manusia
adalah mahkluk sosial dengan tipe kepribadian yang berbeda-beda. Setiap
individu selalu berhubungan dengan orang lain meski berbeda cara dan
intensitasnya. Kecenderungan ini dikenal sebagai kebutuhan afiliasi. Kebutuhan
ini melekat pada tiap individu termasuk yang berkepribadian introvert. Ada
banyak cara dan media yang dapat digunakan untuk memuaskan kebutuhan ini.
Jaringan sosialFacebook adalah salah satunya. Kebiasan
mengakses jaringan sosial ini diduga dapat menimbulkan ketagihan dan
ketergantungan. Tujuan peneilitian ini adalah mengetahuai keterkaitan antara
introversi kepribadian dengan ketergantungan terhadapfacebook. Populasi
penelitian adalah mahasiswa UNISSULA dengan sampel sebanyak 167 yang diambil
secara proporsional.
Data
ketergantungan terhadap facebook diukur dengan menggunakan
skala yang disusun berdasar karakteristik dari Young dan skala afilisasi dari
Murray untuk mengukur kebutuhan afiliasi. Data introversi kepribadian diukur
dengan skala introversi kepribadian dari Jung. Ada tiga hipotesis yang akan
diuji. Pertama adalah ada keterkaitan antara kebutuhan afiliasi dan introversi
kepribadian dengan ketergantungan terhadap facebook. Kedua adalah
ada hubungan positif antara kebutuhan afiliasi dengan ketergantungan terhadap facebook dan
ketiga adalah ada hubungan positif antara introversi kepribadian dengan
ketergantungan terhadap fecbook. Analisis data dilakukan dengan teknik
statistic regresi ganda.
Hasil
analisis menunjukan besarnya Koefisien regresi ganda R = 0.278, F = 6.863 dan p
= 0.001 (p < 0.01) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara
kebutuhan afiliasi dan introversi kepribadian dengan ketergantungan terhadapfacebook.
Uji hipotesis kedua menunjukan ry1 = - 0.163 (p = 0.036) yang berarti hipotesis
kedua ditolak sedangkan uji hipotesis ketiga menunjukan Ry2 = 0.189 dan p =
0.015 (p < 0.05) yang berarti hipotesis ketiga diterima.
Berdasarkan
hasil penelitian dan hasil analisis data penelitian maka diperoleh kesimpulan:
Pertama, ada hubungan yang sangat signifikan antara kebutuhan berafiliasi dan
introversi kepribadian dengan ketergantungan facebook; Kedua, ada
hubungan negatif yang signifikan antara kebututahn berafiliasi dengan
ketergantungan facebook; Ketiga, ada hubungan positif yang
signifikan antara intoversi kepribadian dengan ketergantungan facebook.
Saran
bagi mahsiswa yang memiliki introversi kepribadian agar tidak terlalu larut
dalam penggunaan facebook dan aktif dalam melakukan interaksi
sosial secara langsung (real) karena setiap individu adalah bagian
dari lingkungan sosial itu. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah mulai
belajar mengikuti organisasi-organisasi atau kegiatan ekstra kampus, baik dalam
lingkup fakultas atau pun universitas.
Saran
bagi para orangtua untuk memperhatikan karakteristik anak dengan mengetahui
tipe kepribadiannya dan memenuhi kebutuhan berafiliasi anak serta memberikan
perhatian yang cukup agar anak tidak melarikan dirinya kepadafacebook sampai
berlebihan. Peran guru atau dosen dalam membantu anak didiknya
dalam mengurangi penggunaan facebook yang berlebihan salah
satunya adalah dengan cara memberikan pesan moral yakni memberitahukan dampak
positif dan negatiffacebook agar bijak dalam memanfaatkannya,
meningkatkan hubungan sosial dengan anak didik melalui komunikasi secara
langsung, terutama bagi anak didik dengan introversi kepribadian.
Peneliti
selanjutnya diharapkan agar lebih memperhatikan faktor lain yang berpengaruh
terhadap ketergantungan facebook misalnya: kontrol diri,
minat, motif, pengetahuan, dan usia, serta mempertimbangkan kembali teknik
sampling yang digunakan.




Sabtu, 23 Januari 2016