Terapi Keluarga
Menurut Kamus Webster keluarga adalah A social unit consisting of parent
and the children they rear(sebuah unit sosial yang terdiri dari orang tua dan
anak yang mereka asuh) atau A group of people related by ancestry or
marriage(sekelompok orang yang dihubungkan oleh keturunan atau perkawinan).
Menurut WHO, keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan
melalui pertalian darah, adopsi atau perkawinan.
Berdasarkan 3 definisi diatas dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah
sebuah unit terkecil dalam kehidupan sosial dalam masyarakat yang terdiri dari
orang tua dan anak baik yang terhubung melalui pertalian darah, perkawinan,
maupun adopsi.
Menurut ahli keluarga yaitu
Friedman(1998) menjelaskan bahwa keluarga dalam memenuhi kebutuhan kehidupannya
memiliki fungsi-fungsi dasar keluarga. Fungsi dasar tersebut terbagi menjadi 5
fungsi yang salah satunya adalah fungsi affektif, yaitu fungsi keluarga untuk
pembentukan dan pemeliharaan kepribadian anak-anak, pemantapan kepribadian
orang dewasa serta pemenuhan kebutuhan psikologis para anggotanya. Apabila fungsi affektif ini tidak bisa berjalan semestinya maka akan
terjadi gangguan psikologis yang berdampak pada kejiwaan dari keseluruhan unit
keluarga tersebut.
Terapi Keluarga adalah cara baru untuk mengetahui permasalahan seseorang, memahami perilaku, perkembangan symptom dan cara pemecahannya. Terapi keluarga dapat dilakukan sesame anggota keluarga dan tidak memerlukan oranglain, terapis keluarga mengusahakan supaya keadaan dapat menyesuaikan, terutama pada saat antara yang satu dengan yang lain berbeda (Almasitoh, 2012). Sedangkan Imbercoopersmith (dalam Hasnidah, 2002) mengatakan bahwa Family Conselor/Therapist harus memliki kemampuan menganalisa bagaimana pola triadic di dalam keluarga, melakukan intervensi yang efektif bagi pola triadic dengan memberikan tugas-tugas, dan menghindari hubungan yang kurang baik antara hubungan triadic para anggota keluarga dengan professional. Namun Hasnidah (2002) berpendapat bahwa terapi keluarga sebagai suatu proses interaktif yang berupaya membantu keluarga memperoleh keseimbangan homeositas, sehingga setiap anggota keluarga dapat merasa nyaman (comfortable).
B.Konsep dan Prinsip Dasar
Terapi keluarga adalah model terapi yang bertujuan mengubah pola interaksi
keluarga sehingga bisa membenahi masalah-masalah dalam keluarga (Gurman,
Kniskern & Pinsof, 1986). Terapi keluarga muncul dari observasi bahwa
masalah-masalah yang ada pada terapi individual mempunyai konsekuensi dan
konteks sosial. Contohnya, klien yang menunjukkan peningkatan selama menjalani
terapi individual, bisa terganggu lagi setelah kembali pada keluarganya.
Terapi keluarga didasarkan pada teori system (Van Bertalanffy, 1968) yang
terdiri dari 3 prinsip :
- Pertama, adalah kausalitas sirkular, artinya peristiwa berhubungan dan saling bergantung bukan ditentukan dalam sebab satu arah–efek perhubungan.
- Kedua, ekologi, mengatakan bahwa system hanya dapat dimengerti sebagai pola integrasi, tidak sebagai kumpulan dari bagian komponen. Dalam system keluarga, perubahan perilaku salah satu anggota akan mempengaruhi yang lain.
- Ketiga, adalah subjektivitas yang artinya tidak ada pandangan yang objektif terhadap suatu masalah, tiap anggota keluarga mempunyai persepsi sendiri dari masalah keluarga.
Ketika masalah muncul, terapi akan berusaha untuk mengidentifikasi masalah
keluarga atau komunikasi keluarga yang salah, untuk mendorong semua anggota
keluarga mengintrospeksi diri menyangkut masalah yang muncul. Tujuan umum
terapi keluarga adalah meningkatkan komunikasi karena keluarga bermasalah
sering percaya pada pemahaman tentang arti penting dari komunikasi (Patterson,
1982).
Terapis keluarga biasa dibutuhkan ketika :
- Krisis keluarga yang mempengaruhi seluruh anggota keluarga
- Ketidak harmonisan seksual atau perkawinan
- Konflik keluarga dalam hal norma atau keturunan
C.Sejarah :
Penelitian mengenai terapi keluarga dimulai pada tahun 1950-an oleh seorang
Antropologis bernama Gregory Bateson yang meneliti tentang pola komunikasi pada
keluarga pasien skizofrenia di Palo Alto, California.
Pada pertengahan 1970-an, masyarakat prefesional mulai menganggap serius
perspektif dan terapi keluarga. Sejalan dengan itu, buku-buku dan
artikel-artikle bermunculan, begitu juga program pelatihan terapi keluarga
(Gale dan Long, 1996)
Munculnya buku-buku semipopuler sejak tahun 1968 hingga 1992 memberikan
pandangan dan proses yang melekat pada kehidupan perkawinan dan pasangan yang
senantiasa berubah
D.Indikasi Pemberian Terapi
Terapi keluarga akan sangat bermanfaat jika digunakan pada kasus yang
tepat. Indikasi terapi keluarga menurut Walrond Skinner adalah : “Gejala yang
timbul merupakan ekspresi disfungsi dari sistem keluarga. Gejala yang timbul
lebih menyebabkan beberapa perubahan dalam hubungan anggota keluargannya dan
dapat merupakan masalah secara individual..”
E.Manfaat Terapi Keluarga
Manfaat untuk pasien yaitu mempercepat proses kesembuhan melalui dinamika
kelompok atau keluarga. Memperbaiki hubungan interpersonal pasien dengan tiap
anggota keluarga atau memperbaiki proses sosialisasi yang dibutuhkan dalam
upaya rehabilitasinya. Jika dilakukan pada program rawat jalan diharapkan dapat
menurunkan angka kekambuhan.
Manfaat untuk keluarga yaitu memperbaiki fungsi dan struktur keluarga
sehingga peran masing – masing anggota keluarga labih baik. Keluarga mampu
meningkatkan pengertiannya terhadap pasien/klien sehingga lebih dapat menerima,
lebih toleran dan lebih dapat menghargainya sebagai manusia maupun terhadap
potensi – potensinya masih ada. Keluarga dapat meningkatkan kemampuannya dalam
membantu pasien/klien dalam rehabilitasi.
F.Efektifitas Terapi Keluarga :
Walau efektifitas dari terapi keluarga merupakan komponen penting dalam
proses pemulihan klien, integrasi terapi keluarga memiliki tantangan sebagai
berikut :
Ø Pertama, terapi keluarga lebih kompleks daripada pendekatan
non-keluarga karena lebih banyak orang yang terlibat.
Ø Kedua, perlu keterampilan dan pelatihan khusus untuk terapi
keluarga yang berbeda dari lainnya.
Ø Ketiga, terapi keluarga selama ini sudah terbukti keberhasilannya
G.Pemberian Terapi Keluarga dalam perawatan klien gangguan jiwa
Keluarga merupakan tempat dimana individu memulai hubungan interpersonal
dengan lingkungannya. Keluarga dipandang sebagai satu sistem sehingga gangguan
yang terjadi pada salah satu anggota dapat mempengaruhi sistem, disfungsi dalam
keluarga dapat sebagai penyebab gangguan.Berbagai pelayanan keperawatan jiwa
bukan tempat klien seumur hidup.Salah satu faktor penyebab gangguan jiwa adalah
keluarga tidak tahu cara merawat klien dirumah. Kenyataannya banyak klien di
RSJ yang jarang dikunjungi keluarga, keluarga tdk mengikuti proses perawatan
klien. Tim kesehatan jiwa di RS merasa bertanggug jawab terhadap upaya
penyembuhan klien & jarang melibatkan keluarga. Setelah sembuh, RS
memulangkan klien, beberapa hari, minggu, bulan klien kembali dirawat dengan
alasan perilaku klien tidak bisa diterima oleh keluarga & lingkungan. Hal
tersebut terjadi karena selama dirumah klien tidak boleh keluar &
gerak-gerik klien selalu diawasi dan curigai. Keluarga mempunyai tangung jawab
dalam Proskep di RS, persiapan pulang & perawatan dirumah,Adaptasi klien
dengan lingkungan berjalan baik.Terapi keluarga ADALAH Suatu cara utk menata
kembali masalah hubungan antar manusia (Stuart & Sundeen, 1991)
Ø Adapun tujuan dari perawatan tersebut adalah :
- Menurunkan konflik kecemasan keluarga
- Meningkatkan kesadaran keluarga terhadap kebutuhan masing-masing anggota keluarga.
- Meningkatkan kemampuan penanganan terhadap krisis.
- Mengembangkan hubungan peran yang sesuai
- Membantu keluarga menghadapi tekanan dari dalam maupun dari luar anggota keluarga.
- Meningkatkan kesehatan jiwa keluarga sesuai dengan tingkat perkembangan anggota keluarga.
Ø Manfaat Terapi Keluarga
- Klien :
- Mempercepat proses penyembuhan
- Memperbaiki hubungan interpersonal
- Menurunkan angka kekambuhan
- Keluarga :
- Memperbaiki fungsi & struktur keluarga
- Keluarga mampu meningkatkan pengertian terhadap klien sehingga lebih dapat menerima, toleran & menghargai klien sebagai manusia.
- Keluarga dpt meningkatkan kemampuan dlm membantu klien dlm proses rehabilitasi
Ø PERAN PERAWAT
- mendidik kembali dan mengorientasikan kembali seluruh anggota keluarga
- memberikan dukungan kepada klien serta sistem yang mendukung klien untuk mencapai tujuan dan usaha untuk berubah
- mengkoordinasi dan mengintegrasikan sumber pelayanan kesehatan
- memberi penyuluhan, perawatan di rumah, psiko edukasi,dll
Aktifitas :
- Komponen dikdaktik : memberikan informasi & pendkes tentang gangguan jiwa, sistem keswa & yankep.
- Komponen ketrampilan : latihan komunikasi, asertif, menyelesaikan konflik, mengatasi perilaku & stress
- Komponen emosi : memberikan kesempatan untuk memvalidasi perasaan & bertukar pengalaman
- Komponen proses keluarga fokus pada koping keluarga & gejala sisa terhadap keluarga.
- Komponen sosial : meningkatkan penggunaan dukungan jaringan formal/informal untuk klien & keluarga
Selain Peran perawat yang perlu diperhatikan juga adalah bagaimana perawat
membantu serta mendorong keluarga untuk terlibat dalam mencegah klien kambuh. Alasan keluarga dilibatkan dalam
mencegah kekambuhan pada klien adalah :
- keluarga merupakan tempat individu pertama memulai hubungan interpersonal dengan lingkungan
- keluarga merupakan suatu sistem yang utuh dan tidak terpisahkan sehingga jika ada satu yang terganggu yang lain ikut terganggu
- keluarga menurut Sullinger(1988) merupakan salah satu penyebab klien gangguan jiwa menjadi kambuh lagi sehingga diharapkan jika keluarga ikut berperan dalam mencegah klien kambuh setidaknya membantu klien untuk dapat mempertahankan derajat kesehatan mentalnya karena keluarga secara emosional tidak dapat dipisahkan dengan mudah
Peran keluarga dalam terapi itu sendiri adalah :
- membuat suatu keadaan dimana anggota keluarga dapat melihat bahaya terhadap diri klien dan aktivitasnya
- tidak merasa takut dan mampu bersikap terbuka
- membantu anggota bagaimana memandang orang lain
- tempat bertanya serta pemberi informasi yang mudah dipahami klien
- membangun self esteem
- nenurunkan ancaman dengan latar belakang aturan untuk interaksi
- menurunkan ancaman dengan struktur pembahasan yang sistematis
- pendidikan ulang anggota untuk bertanggung jawab
ü Ciri-ciri Fungsional Keluarga
- Mempertahankan keseimbangan, fleksibel & adaptif perubahan tahap transisi dalam hidup
- Problem emosi merupakan bagian dari fungsi tiap individu
- Kontak emosi dipertahankan oleh tiap generasi & antar keluarga
- Hubungan antar keluarga yang erat & hindari menjauhi masalah
- Perbedaan antar anggota keluarga mendorong untuk meningkatkan pertumbuhan & kreativitas individu.
- Orang tua & anak hubungan terbuka.
Kesimpulan
Salah satu bentuk intervensi Psikologi Keluarga adalah terapi keluarga.
Terapi keluarga merupakan salah satu terapi modalitas yang melihat masalah
individu dalam konteks lingkungan khususnya keluarga. Untuk dapat menajalankan
terapi keluarga dengan baik diperlukan pendidikan dan latihan dengan dilandasi
berbagai teoeri yaitu psikoterapi kelompok, konsep keluarga struktur dan fingsi
keluarga,dinamika keluarga, terapi perilaku dan teori komunikasi.
Manfaat peran keluarga dalam proses terapi pasien dapat diperbesar melalui
terapi keluarga. Dengan terapi keluarga diharapkan selain bermanfaat untuk
terapi dan rehabilitasi pasien juga dapat memperbaiki kesehatan mental dari
keluarga, termasuk tiap–tiap anggota keluarga dalam arti memperbaiki peran dan
fungsi atau hubungan interpersonalnya.
DAFTAR PUSTAKA
Chaplin, JP. 1968. Dictionary of Psychology (Kamus Lengkap Psikologi).
M: 355. Terjemahan oleh Dr. Kartini Kartono. 1981. Jakarta : Raja Grafindo.
Friedman, Marlyn M. 1998. Praktik Keperawatan Keluarga: Teori, Pengkajian,
Diagnosa, dan Intervensi. Toronto: Appleton&Lange.
Hershenson, David B.; Power, Paul W.; & Waldo, Michael. 1996. Community
Counseling, Contemporer Theory and Practice.
Kendall, Philip C. & Norton-Ford, Julian. Professional Dimension
Scientific and Professional Dimension. USA, John Willey and Sons, Inc.
Massachusetts, A Simon & Scuster Company. Imbercoopersmith, Evan. 1985.
Teaching Trainee To Think In Triad. Journal of Marital and Family Therapy, Vol.11,
No.1,61-66.
Perez, Joseph F. 1979. Family Counseling : Theory and Practice. New York,
Van Nostrand, Co.
Sundberg, D, Winebarger, A, Taplin, J. 2007. Psikologi Klinis.
Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Wiramihardja, S.A. 2004. Pengantar Psikologi Klinis (Edisi Revisi). Bandung : Refika Aditama.
Wiramihardja, S.A. 2004. Pengantar Psikologi Klinis (Edisi Revisi). Bandung : Refika Aditama.
Yosef, Iyus. 2007. Keperawatan Jiwa. Bandung: PT Refika Aditama.
https://rafian.wordpress.com/2016/06/22/terapi-keluarga-psikoterapi/
https://citraewardani.wordpress.com/2015/05/10/family-therapy-terapi-keluarga/




Sabtu, 27 Mei 2017